LATIHAN SOAL

Untuk Mahasiswa Kelas C smt VII/gasal MatKul Seminar Manajemen Pemasaran, 1 November 2014
SOAL :
JELASKAN DAN BERI CONTOH
1. STV
2. STP
3. DIFERENSIASI
4. SELLING
5. 7 P
6. VISI, MISI, VALUE
7. KONDISI 2C ; 2,5C ; 3C ; 3,5C ; DAN 4C
8. APA ARTI “PEMASARAN” YANG SIMPEL

COCA COLA VERSUS PERENCANAAN SDM

Coca Cola memiliki persamaan dan perbedaan dengan Perencanaan SDM. Ingat semboyan atau “positioning” Coca Cola yang terkenal yaitu “Di mana saja, kapan saja, siapa saja minum Coca Cola”. Nah, Perencanaan SDM, atau kita singkat Pran SDM, juga harus mampu ‘memasak’ SDM agar seperti Coca Cola. Jika ada Unit Kerja membutuhkan SDM, maka di mana saja dan kapan saja dapat dipenuhi.

Itulah yang membuat Pran SDM sama denganCoca Cola. Bedanya? Bedanya pada kalimat terakhir. “Siapa saja”. Coca Cola mengartikan siapa saja itu adalah konsumennya. Sedang Pran SDM yang dimaksud “Siapa saja” itu adalah “minumannya”. Atau, dengan kata lain, SDM yang dibutuhkan oleh Unit Kerja yang meminta.

Kebutuhan SDM hanya dua kriteria. Kualitas dan kuantitas. Kuantitas, sepanjang sudah ada, gampang memenuhinya. Yang tidak mudah itu jika sudah menyangkut kualitas. Banyak Manajer Lini yang berkata: “Much but not enough”. Itu sudah barang tentu dia kesal karena punya banyak bawahan tapi kualitasnya payah.

Kualitas karyawan biasanya berkisar di seputar kompetensi dan kinerjanya. Kesaktian dan hasil yang diperlihatkan karena kesaktiannya itu. Kompetensi SDM merupakan agregasi dari kompetensi bawaan, diperkaya dengan rekayasa organisasi berupa aksi formal maupun informal, pengalaman, lingkungan kerja dan peluang serta tantangan.

Jika hal ini sudah berjalan sesuai skenario di dalam organisasi maka Pejabat SDM baru dapat menerapkan semboyan Coca Cola dengan enteng dan terjamin : Siapa saja, Kapan Saja dan Di mana saja ……………. dapat memenuhi ekspektasi setiap Manajer Lini.

CONTOH KOMUNIKASI YANG KELIRU

KLM9alahKomunikasi

AYO BELAJAR STATISTIK/SPSS

YANG MAU BERDISKUSI TENTANG STATISTIK/SPSS maupun PENELITIAN KUALITATIF SWOT ANALYSIS, SILAHKAN DATANG KE RUMAH ATAU BERTEMU DI RUANG DOSEN, ATAU DI CAMPUS KITTY CAFE ………. GRATISSSS …… SEMAKIN DISHARE ILMU, SEMAKIN TAMBAH MALAH ……… AYO GALAKKAN GEMAR BERDISKUSI YANG BERMANFAAT …….

BAHASAN UAS METPEN KELAS C APRIL 2014

BAHASAN UAS KELAS C METPEN 2014

my new home address

OLYMPUS DIGITAL CAMERA  Sepat Lidah Kulon Gg I.A – No. 14.E

  RT.02 – RW.03, Kelurahan Lidah Kulon,

  Kecamatan Lakar Santri, Kota Surabaya,

  Provinsi Jawa Timur, Indonesia, 60213

dennysaloon@gmail.com

  hp 081.333.188.652

===============

Ancer-ancer: Dari arah Wiyung ke barat melewati Setopan menuju PTC lurus tetap ke arah barat, melewati pertigaan Ayam Rumadi/Arah Citra Land, tetap lurus ke arah barat, melalui Perumahan Citra Land yang baru, Green Lake, sekitar 250 meter lagi. Di sisi kanan jalan, ada Apotek Siti. Gang yang dimaksud ada di samping kanannya Apotik Siti tersebut. Masuk Sepat Lidah Kulon Gang I, 100 meter belok kiri (ada tulisan “masjid –>” di pos kamling), 50 meter kemudian, satu meter di ujung mesjid Roudlotul Jannah, belok kiri. Cari rumah ke 4 yang ada tulisannya angka 5. Cari rumah yang paling rimbun (dan di pintu pagar ada nama saya). Selamat tidak kesasar !!!

Rumah Baru

Memiliki rumah sendiri,    memiliki multi arti.

Ada perasaan naik gengsi, ada pula perasaan ikut aktivitas ekonomi bernama investasi.

Merasa memiliki properti yang paling berarti.

Merasa pula akan menjadi raja sendiri di kerajaan sebuah famili yang akan didampingi seorang permaisuri bernama istri.

Harapan akan fungsi properti ini juga terukir pasti. Hari-hari akan dilalui dan dia akan menjadi saksi. Mencatat segala kisah kehidupan para penghuni. Bahkan sahabat, handai tolan, keluarga dan saudara yang sempat singgah ikut menepi.

Ingin rumah ini menjadi “tinny winnie” miniatur bumi yang tidak sepi. Penuh kehangatan, canda tawa dan juga tempat merenda cinta dan jalin tali kasih yang abadi.

Doamu kawan kupinta pasti. Semoga Yang Maha Pengasih juga meridhoi ….

ISO-9001-2008: The Eight Quality Management Principles

Principle 1

Customer focus: organizations depend on their customers and therefore should understand current and future customer needs; meet customer requirements and strive to exceed customer expectations.

Principle 2

Leadership: leaders establish unity of purpose and direction of the organization. They should create and maintain the internal environment in which people can become fully involved in achieving the organization’s objectives.

Principle 3

Involvement of people: people at all levels are the essence of an organization and their full involvement enables their abilities to be used for the organization’s benefit.

Principle 4

Process approach: a desired result is achieved more efficiently when related resources and activities are managed as a process.

Principle 5

System approach to management: identifying, understanding and managing a system of interrelated processes for a given objective improves the organization’s effectiveness and efficiency.

Principle 6

Continual Improvement: continual improvement should be a permanent objective of the organization.

Principle 7

Factual approach to decision making: effective decisions are based on the analysis of data and information.

Principle 8

Mutually beneficial supplier relationships: an organization and its suppliers are interdependent, and a mutually beneficial relationship enhances the ability of both to create value.

(Courtesy of :Roderick S.W. Goult/The Victoria Group)

 

F Hitung di UJI BEDA

Pada saat memproses Statistik Uji Beda Dua Sampel Bebas (Independent Sampel t Test) menggunakan software SPSS, dari outputnya diperoleh tablel Levene Test dengan F hitung menunjukkan suatu angka tertentu.

Angka F hitung ini menjadi salah satu alat yang dapat dipakai apakah kedua sampel yang diuji itu sama atau berbeda seperti yang telah dinyatakan dalan hipotesa Ho maupun Ha.

Mahasiswa tahu bahwa untuk memperoleh angka F dari Tabel F, selain derajat kesalahan alpha, juga harus tahu numerator dan denominator untuk melihat kolom dan baris angka yang dicari.

Menetapkan besaran numerator dan denominator banyak rumus yang dijumpai dalam buku-buku statistic. Satu sama lain ada yang berbeda.

Untuk kasus uji beda dua sampel ini maka gunakan saja rumus yang berikut:

Numerator = k – 1 ; di mana k adalah jumlah variable dalam artian ada berapa kelompok sampel. Dalam hal ini karena uji beda dua sampel, misalnya karyawan lulusan S1 dan karyawan lulusan D3, maka k = 2. Jadi numerator = 2-1 = 1.

Denominator = (n1-1) + (n2-1) + …….. + (nj-1) dalam kasus dua sampel maka hanya sampai n2 saja. Umpama data karyawan berpendidikan S1 ada 6 maka n1 = 6 dan karyawan berpendidikan D3 ada 5 orang maka n2 = 5. Hasilnya, denominator = (6-1) + (5-1) = 9.

Selanjutnya, jika alpha = 0.05, tinggal melihat Tabel F dengan alpha 0.05 kolom (numerator) ke 1 dan baris (denominator) ke 9. Maka akan ditemukan angka 5.117 sebagai F tabel yang dicari.

Jika tidak punya Tabel F manual, gunakan saja Excel dengan menuliskan statemen  =FINV(0.05,1,9)

Selanjutnya tinggal Saudara bandingkan F hitung hasil olahan SPSS dengan F Tabel hasil pencarian. Jika F hitung lebih besar berarti Ho “tidak ada alas an untuk diterima” (alias, ditolak!) Artinya kedua sampel itu berbeda. Jika sebaliknya? Saudara pasti sudah tahu jawabnya. Selamat mencoba

 

STATISTIK: Tabel t, versi manual, SPSS versus EXCEL, perlu pemahaman.

Ada beberapa Mahasiswa mencantumkan hasil pencarian t Tabel untuk alpha dan df (degree of freedom) yang sama tapi dengan hasil yang berbeda.

Alasan mereka, yang satu bilang: “saya pakai Excel”. Yang lainnya pakai SPSS. Ada pula yang pakai tabel t manual berupa Hardcopy.

Menurut tabel manual, dimisalkan alpha = 0.05 dan df = 12, jika One Tail diperoleh angka 1.782. Sedang untuk Two Tails hal yang sama diperoleh angka 2.179.

Jika menggunakan fasilitas formula Excel, Mahasiswa mengetik =TINV(0.05, 12) maka muncul hasil sebesar 2.179.

Sedangkan jika Mahasiswa memanfaatkan fasilitas Transform-Compute Variable pada SPSS maka pada kotak Numeric Expression diketik IDF.T(0.05, 12) lalu muncul hasil angka sebesar 1.782.

Dari pengalaman sederhana ini dapat disimpulkan, statemen formula pada SPSS adalah untuk ONE TAIL sedang statemen pada EXCEL untuk TWO TAILS.

Akan halnya, Tabel t Manual, walaupun kuno, memang telah ditulis dengan jelas yang mana yang One dan yang mana Two Tails. Walau kadangkala, df yang dicari tidak ada, karena angkanya dilewati, maka Mahasiswa harus membekali lagi teknik Interpolasi untuk mendapat angka yang dimaksud dengan pas. Selamat mencoba.